{"message":"success","blogs":[{"createdAt":"21 Oktober 2021","title":"Varian Delta: Yang Perlu Anda Ketahui","blogImages":"https://res.cloudinary.com/ikram20/image/upload/v1639325269/Corona-post_y59mow_y1atz5.jpg","content":["Beberapa waktu terakhir, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia termasuk Jakarta kian melonjak. Bahkan, ditemukan beberapa varian baru Covid-19 seperti Alpha (B.1.17), Beta (B.1.351), dan Delta (B.1.617.2). Data Balitbangkes (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) menunjukkan bahwa per 20 Juni 2021, terdapat 33 kasus varian Alpha, 4 varian Beta, dan 57 varian Delta di Jakarta. Di antara kedua varian lainnya, varian Delta menyumbang kasus terbanyak disertai dengan penularan virus yang cepat serta risiko dirawat di rumah sakit yang lebih tinggi. Untuk itu, tanpa mengurangi antisipasi terhadap varian virus Covid-19 yang lain, ada baiknya bila Smartcitizen mengetahui seluk-beluk varian Delta, agar dapat lebih mengantisipasinya di tengah lonjakan kasus.","Sebagai variant of concerns, Delta tentulah berbahaya. Sebab, untuk dapat dikategorikan sebagai varian yang mengkhawatirkan, suatu virus harus lebih mudah menular daripada virus asli, sehingga menyebabkan penyakit yang lebih parah, mengurangi netralisasi oleh antibodi secara signifikan, dan mengurangi efektivitas pengobatan, vaksin, atau diagnosis. Hal ini bukan tanpa bukti. Seperti kita tahu, varian Delta telah memicu kenaikan kasus positif di Inggris serta kasus positif dan kematian akibat Covid-19 di India. Pejabat kesehatan di Inggris dalam riset internalnya terkait varian Delta pun menyatakan, varian ini 50% lebih mudah menular daripada varian Alpha.","Studi lainnya dari Skotlandia juga menunjukkan bahwa orang yang terinfeksi varian Delta dua kali lebih mungkin membutuhkan perawatan rumah sakit daripada orang yang terinfeksi varian Alpha. Hasil tersebut didapat setelah melakukan riset terhadap 19.543 kasus komunitas Covid-19 dan 377 rawat inap yang dilaporkan di Skotlandia pada 1 April hingga 6 Juni 2021. Berdasarkan berbagai studi yang ada sejauh ini, dapat kita simpulkan bahwa varian Delta lebih berbahaya daripada virus yang sebelumnya kita hadapi selama pandemi dan tak bisa dianggap sepele.","Lalu, bagaimana dengan usia? Apa benar anak-anak lebih rentan terkena varian Delta? Sebuah studi di Inggris menyatakan, jumlah anak-anak dan dewasa muda yang positif Covid-19 varian Delta lebih banyak daripada pra-lansia dan lansia berusia 50 tahun ke atas. Meskipun begitu, tidak disimpulkan apakah varian ini lebih mudah menginfeksi anak-anak daripada orang dewasa atau tidak.","Sementara itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menemukan kecenderungan varian Delta menyerang anak di bawah usia 18 tahun. Berdasarkan riset Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), setidaknya 1 dari 8 kasus Covid-19 terjadi pada anak-anak. Terlepas dari kelompok usia mana yang paling rentan tertular varian Delta, perlu kita sadari bahwa semua kelompok usia dapat terinfeksi virus varian ini, sehingga kita harus lebih berhati-hati.","Sumber: https://smartcity.jakarta.go.id/blog/758/covid-19-varian-delta-dan-hal-hal-yang-harus-kamu-perhatikan."],"id":"1"},{"createdAt":"30 November 2021","title":"Pentingnya Vaksinasi Untuk Sekolah Luring","blogImages":"https://res.cloudinary.com/ikram20/image/upload/v1639325269/Vacine_h2pc7k_wgohl7.jpg","content":["Salah satu upaya pemerintah mengurangi learning loss pada peserta didik akibat pandemi Covid-19 adalah dengan melakukan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT). Tentu saja pelaksanaaan PTMT dilakukan berdasarkan SKB 4 menteri dan memenuhi daftar periksa. PTMT boleh dilakukan bagi daerah zona aman pemaparan Covid-19 serta guru sudah melakukan vaksinasi.","Pemerintah sangat fokus dengan ini. Apalagi saat penyebaran virus Covid-19 semakin massif dan mudah menyerang anak-anak. Hak anak tetap harus diberikan. Namun tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan anak. Oleh karena itu, pemberian vaksin tidak hanya diberlakukan untuk tenaga pengajar, namun juga harus diberikan bagi peserta didik.","“Guru yang sudah vaksinasi 1 ada sekitar 2,23 juta dari 5,6 juta. Kemudian yang sudah divaksin 2 ada 1,75 juta. Jadi masih cukup banyak guru-guru kita yang belum mendapatkan kesempatan vaksinasi. Sementara itu, peserta didik atau remaja yang sudah divaksin tahap 1 menurut data 4 Agustus 2021, sebanyak 1,09 juta . Jumlahnya baru 4% dari sasaran kita. Kemudian yang mendapatkan vaksin tahap 2 dari remaja ada 57.000 orang atau 0,2%,” tutur Direktur Jenderal PAUD, Dikdasmen Jumeri S.TP. M.Si., saat membuka acara webinar bersama Direktorat Sekolah Dasar yang bertajuk ‘Vaksinasi pada Peserta didik untuk Persiapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT)’, Sabtu, 7 Agustus 2021.","Dirjen PAUD, Dikdasmen bersama Direktorat Sekolah Dasar akhirnya menyelenggarakan webinar terkait vaksinasi pada peserta didik untuk membangun kesadaran bersama akan pentingnya vaksinasi bagi tenaga pendidik dan peserta didik. Dari sisi keilmuan, banyak ahli menyebeut apabila 70% dari populasi di sebuah wilayah sudah diberikan vaksinasi maka penularan Covid-19 pun akan rendah.","“Kepada bapak, ibu guru, kepala sekolah, mari menjadi duta vaksinasi yang memberi edukasi. Guru dan kepala sekolah harus memberikan motivasi kepada masyarakat,” kata Jumeri.","Direktur Sekolah Dasar Dra. Sri Wahyuningsih. M.Pd., turut menambahkan, menurut data hingga 26 Juli 2021, total kasus konfirmasi terpapar Covid-19 untuk usia anak 0 sampai 18 tahun tercatat 399.642 kasus anak. Angkanya setara dengan 12,5% dari total kasus masyarakat Indonesia yang terpapar Covid-19.","Sebanyak 81,2% atau setara dengan 328 ribu anak dinyatakan sembuh, sementara sampai dengan data akhir Juli 2021 sebanyak 17,6% anak-anak masih dalam penyembuhan.","“Sebanyak 0,2% atau setara dengan 788 anak harus meninggal dunia karena paparan Covid-19. Terkait hal ini, pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin dalam menetapkan prioritas kesehatan. Dan prioritas utama terlebih dahulu untuk anak-anak kita sebagai tunas-tunas bangsa,” kata Sri Wahyuningsih.","Sri Wahyuningsih juga mengajak satuan pendidikan, khususnya guru dan kepala sekolah serta pihak yang terlibat, bersama-sama mendukung program vaksinasi demi keselamatan peserta didik, terutama dalam menyiapkan kegiatan PTMT.","“Pembelajaran tatap muka terbatas awal tahun ajaran 2021/2022 merupakan awal pembelajaran tatap muka yang harus diterapkan. Sudah lebih dari 1 tahun anak-anak kita melaksanakan belajar dari rumah. Banyak dampak negative, terutama terhadap perubahan perilaku yang berujung terjadinya learning loss. Vaksinasi ini untuk menjaga imun putra-putri didik kita agar dapat melaksanakan PTMT,” ujar Sri.","Sementara itu, Dr. Siti Nadia Tarmizi, M., Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik mengungkapkan, vaksinasi bukanlah sesuatu yang baru untuk mengatasi penyakit. Pada 1721, vaksin sudah pernah dilakukan untuk cacar. Lalu kenapa harus melakukan vaksinasi Covid-19? Setidaknya masyarakat tahu bahwa sejak imunisasi cacar, Indonesia bebas dari cacar. Hal ini pun diharapkan berlaku juga pada Covid-19.","Sumber: https://ditpsd.kemdikbud.go.id/artikel/detail/vaksinasi-pada-peserta-didik-untuk-persiapan-pembelajaran-tatap-muka-terbatas."],"id":"2"},{"createdAt":"20 Desember 2021","title":"Cara Melakukan Isolasi Mandiri yang Benar","blogImages":"https://res.cloudinary.com/ikram20/image/upload/v1639325268/Hope_ux2yzl_dvitwd.jpg","content":["Pandemi Covid-19 dalam beberapa hari terakhir berkembang sangat cepat karena varian baru Covid-19 Varian Delta. Hal ini tidak hanya merebak di Indonesia tetapi  juga di banyak negara. Jumlah pasien yang terinfeksi virus Corona atau COVID-19 di Indonesia kian hari terus bertambah. Tren peningkatan kasus Covid-19 dalam beberapa minggu terakhir meningkatkan keterisian tempat tidur rumah sakit di berbagai daerah. Kondisi  ini membuat orang dalam kriteria tertentu seperti individu yang diyakini telah terpapar Covid-19 tetapi tidak bergejala diberi pilihan untuk melakukan karantina dan isolasi mandiri dirumah.","Seseorang yang terindikasi suspek atau terkonfirmasi positif  Covid-19 tanpa gejala bisa melakukan isolasi mandiri dirumah. Tapi hal itu harus sepengetahuan dokter  atau petugas kesehatan lainnya. Seorang dokter atau petugas kesehatan lainnya dapat menilai faktor risiko bersama dengan gejala pasien Covid-19, riwayat kesehatan pasien tersebut, dan kemampuan keluarga untuk mengelola perawatan. Anggota keluarga perlu dipastikan bisa membatasi ruang bersama pasien.","Bagi masyarakat yang memutuskan isolasi mandiri, maka ada persiapan dan prosedur yang harus diikuti. Hal ini sesuai dengan pedoman yang dianjurkan, serta berstandar nasional dan mengacu kepada World Health Organization (WHO). Beberapa hal yang harus dipersiapkan saat isolasi mandiri antara lain :","1. Pasien harus tinggal di kamar terpisah","2. Sediakan ventilasi yang baik di kamar pasien dan ruang bersama","3. Pasien harus memakai masker medis sesering mungkin","4. dll","sumber: http://diskes.karangasemkab.go.id/catatan-saat-melakukan-isolasi-mandiri-bagi-pasien-covid-19/"],"id":"3"}]}